Kerapkali anak hiperaktif dicap mempunyai ADHD, padahal anak hiperaktif belum pasti mengidap masalah ADHD. Pada dasarnya, ADHD ialah sesuatu kendala yang diisyarati dengan anak yang sangat sulit berkonsentrasi, hiperaktivitas, serta sikap impuls yang berlebihan.

Bila tidak ada kendala dalam kegiatan keseharian dari anak hiperaktif, maka bisa saja disimpulkan kalau anak tidak terkena ADHD. Psikolog Carolyn Cruse dalam salah satu postingan Cook Children’s melaporkan kalau anak hiperaktif umumnya memanglah lebih aktif secara aspek fisik ataupun verbal dari anak-anak sebayanya.

Penaksiran dari ADHD bukanlah semudah itu, hal mana ini memerlukan observasi dan evaluasi dari dokter serta pakar kesehatan mental. Oleh karenanya, bila Kita merasa anak-anak mengidap ADHD, berkonsultasilah dengan dokter serta pakar kesehatan mental terlebih dulu.

Ciri-Ciri Anak ADHD

Bila anak mengidap ADHD, ada sebagian indikasi yang bisa jadi sebagai tanda yang mengindikasikan kalau anak hiperaktif memanglah terkena ADHD, yaitu:

Hiperaktivitas dan Sikap Impulsif

Anak yang terkena ADHD umumnya susah tuk duduk diam serta terus bergerak-gerak, semacam mengetuk-ngetukan kaki dan sebagainya. Hiperaktivitas serta sikap impulsif yang ditunjukkan pun bisa berbentuk berlari-lari di suasana yang tidak pas, susah bermain dengan tenang, banyak berdialog, mengusik orang lain, mengahturkan jawaban saat sebelum persoalan berakhir diucapkan, serta susah buat menunggu giliran.

Indikasi Minimnya Atensi

Anak ADHD mempunyai kesusahan dalam memfokuskan atensi pada aktivitas-aktivitas yang digelutinya. Dalam mengola instruksi, terkadang anak ADHD tidak bisa menuntaskan tugas-tugas yang diberikan.

Anak ADHD pun cenderung tidak mencermati orang yang berdialog dengannya, tidak mencermati keterangan, kerap melenyapkan suatu hal, gampang terdistraksi, mudah lupa hal-hal tertentu, menjauhi hal-hal yang memerlukan atensi lebih, serta kesusahan dalam mengendalikan tugas-tugas serta aktivitas- aktivitasnya.

Ciri-Ciri Anak Hiperaktif

Sikap hiperaktif umumnya mengacu pada mudahnya seseorang anak terdistraksi, sangat impulsif, tidak sanggup berkonsentrasi, serta sebagian sikap yang menganggu. Tidak hanya itu, anak hiperaktif pula mempunyai salah satu ciri yang bisa dikenali, yakni:

  • Melakukan gerakan-gerakan konstan
  • Berkeliling tidak jelas
  • Berbicara tak terkendali
  • Kesulitan tuk mengentaskan kegiatan yang memerlukan ketenangan semacam membaca

Cara menanggulangi anak yang hiperaktif

Anak hiperaktif bisa jadi gejala ADHD, namun terkadang anak cuma terkena hiperaktivitas yang kelewatan. Bila anak hiperaktif secara kelewatan, ada sebagian cara yang bisa dicoba:

  • Anak hiperaktif umumnya bisa lebih produktif bila diizinkan tuk berdiri di depan mejanya daripada duduk. Upaya ini bisa mencegah si anak tuk menggerak-gerakan tempat duduknya.
  • Saat di kelas, anak hiperaktif bisa diberikan tugas-tugas yang membutuhkan banyak gerakan, semacam memberikan kertas-kertas yang berhubungan dengan pelajaran kepada sahabatnya, mengambilkan air buat sahabat ataupun guru, maupun mengumpulkan tugas sahabat sekelasnya buat diserahkan pada guru di ruang guru.
  • Berikan anak waktu sesudah kembali sekolah tuk melaksanakan kegiatan fisik, semacam berlari, bermain, dan kegiatan lainnya.
  • Orangtua bisa membuat pekerjaan rumah jadi lebih mengasyikkan tuk anak hiperaktif, semacam membuat aktivitas memasukkan cucian ke dalam mesin mencuci, atau semacam game bola basket dan sebagainya.
  • Orangtua pula bisa memikirkan tukmenunjang anak menyalurkan tenaga berlebihnya ke hal-hal yang positif, semacam berolahraga, menari, bela diri, dan sebagainya.

Tidak seperti gangguan mental, hiperaktif bukanlah hal buruk yang dicap sebagai pembawa siap. Apabila orang tua bijak, maka ia bisa mengarahkan sang anak menemukan bakatnya itu. Nah sobalah membaca artikel tentang bagaimana caranya menggali potensi pada anak hiperaktif atau ADHD di Halodoc.com sebagai portal kesehatan terbaik.